Tampilkan postingan dengan label Artikel Al Mumtaz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Al Mumtaz. Tampilkan semua postingan

Fiqh Ramadhan Dan Ramadhan Sebagai Bulan Tarbiyah

Posted by Unknown Senin, Juli 09, 2012 1 komentar
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. 2 : 183)

A.     KEUTAMAAN RAMADHAN DARI KHUTBAH RASULULLAH SAW SAAT MENJELANG BULAN RAMADHAN

“ Wahai manusia, telah tiba kepada kalian bulan Ramadhan dengan membawa keberkahan, kasih sayang Allah dan ampunan-Nya. Bulannya yang paling utama, hari-harinya yang paling utama, malam-malamnya yang paling utama, jam demi jamnya yang paling utama. Di bulan itu kalian diundang menjadi tamu Allah dan berhak dimuliakan-Nya. Nafas kalian dihitung sebagai tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, do’a kalian dikabulkan. Karena itu, mohonlah kepada Allah dengan niat yang tulus dan hati yang bersih agar Allah menuntun kalian untuk menjalankan shaum dan membaca kitab-Nya.

“ Orang yang celaka ialah yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan itu. Kenanglah, ketika kalian lapar dan dahaga, kelaparan dan kehausan pada hari kiamat nanti. Bersedekahlah kepada fakir miskin di tengah-tengah kalian. Hormati orang tua, sayangi anak muda. Sambungkan persaudaraan. Tahan pandangan dari apa yang tidak halal dilihat. Jaga telinga dari yang tidak halal didengar. Sayangi anak-anak yatim orang lain, agar Allah menyayangi anak-anak yatim kalian. Bertobatlah pada Allah dari dosa-dosa kalian. Angkat tangan ke arah langit, sampaikanlah do’a pada waktu-waktu shalat, karena itulah saat ijabah. Di situ Allah memperhatikan hamba-Nya dengan penuh kasih. Allah menjawab ketika mereka menyeru-Nya. Allah menyambut mereka saat memanggil-Nya. Allah memperkenankan mereka ketika berdo’a kepada-Nya.

“ Wahai manusia, barangsiapa :
-         menjaga keindahan akhlaknya pada bulan ini, ia akan melewati shirath (jembatan) dengan cepat, saat kaki-kaki manusia tergelincir,
-         meringankan pekerjaan orang-orang yang ada di bawah kekuasaannya, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya,
-         menahan diri dari berbuat jelek, Allah akan menahan murka-Nya pada hari saat ia bertemu dengan Dia,
-         menyambungkan persaudaraan dengan sesama pada bulan itu, Allah akan menjalin kasih-Nya dengannya pada hari ketika ia berjumpa dengan Dia,
-         shalat  sunat pada bulan itu, Allah akan membebaskannya dari neraka sedangkan pahala shalat wajib yang dilakukannya sama seperti melakukan 70 kali shalat  wajib pada bulan lain,
-         memperbanyak shalawat kepadaku pada bulan itu, Allah akan memperberat timbangannya pada hari kiamat, ketika ringan timbangan-timbangan yang lain,
-         membaca satu ayat Al-Qur’an pada bulan itu, pahalanya seperti orang yang khatam Al-Qur’an pada bulan yang lain.

“ Ketahuilah, pada bulan itu pintu surga dibukakan. Mohonlah ampun agar Allah tidak menutupnya bagimu selamanya. Pintu neraka ditutup. Mohonlah agar pintu itu tidak pernah dibukakan pada kalian selamanya. Setan-setan terbelenggu. Mohonlah agar Allah tidak melepaskannya untuk menguasai kalian.”


B.    ADAB SHAUM

Nabi SAW membimbing para shahabat melakukan shaum yang sebenarnya. Berulangkali ditegaskan bahwa shaum tidak sekedar menahan lapar dahaga. Dari bimbingan Nabi SAW, Imam al-Ghazali menyebutkan 6 hal sebagai syarat batiniah shaum. Tanpa syarat ini shaum sama sekali tak berguna

1.      Menahan pandangan dari segala yang tercela dan dari semua yang dapat melalaikan kita dari dzikir pada Allah.
Nabi SAW bersabda : “ Pandangan mata ialah anak panah beracun yang dilepaskan iblis. Barangsiapa menundukkan pandangan karena takut pada Allah, Allah akan memberikan iman kepadanya yang ia temukan manisnya iman itu dalam hatinya.” (HR. at-Thabrani)
Beliau juga berkata : “ Ada 6 hal yang membatalkan shaum : berdusta, menggunjing, memfitnah, sumpah palsu, dan memandang dengan nafsu.”

2.      Menjaga lisan dari kejahatan omongan, seperti menggunjing, berdusta, kata-kata kotor, apalagi memfitnah dan mengadu domba kaum Muslimin. Kendalikan lisan dengan diam, dan lebih utama bila lisan  disibukkan dengan dzikrullah dan tilawah Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda : “ Sesungguhnya puasa adalah perisai. Apabila salah seorang di antara kamu berpuasa maka jangan berkata kotor dan jangan bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang menyerang atau mencaci, katakanlah “ Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku berpuasa.”

3.      Menahan pendengaran dari semua yang tercela dan dibenci Allah. Nabi SAW mengatakan : “ Yang melakukan ghibah (pergunjingan) dan yang mendengarnya adalah sekutu dalam kejelekan.” (HR. at-Thabrani)

4.      Menahan semua anggota badan dari berbuat dosa dan maksiat, serta menahan perut dari memakan bukan saja yang haram tapi yang syubhat (samar). Nabi SAW bersabda : “ Betapa banyaknya orang yang shaum yang tidak mendapatkan apa-apa dari shaumnya, kecuali lapar dan dahaga.” (Musnad Ahmad 2 ; 441)

5.      Tidak memperbanyak makan pada waktu berbuka. Bukankah shaum itu melemahkan nafsu. Bila nafsu dilemahkan pada siang hari dan diperkuat lagi pada malam hari, shaum menjadi perbuatan yang sia-sia. Al-Ghazali menyebut nafsu sebagai kendaraan setan. Dengan makan yang banyak, sangat sulit untuk dapat melakukan ibadah dengan khusyu.
Salah satu adab shaum yang sering dilupakan adalah mengurangi tidur siang. Dengan tetap aktif di siang hari, kita bisa merasakan lapar, dahaga, dan lemahnya kekuatan. Sehingga hati menjadi jernih, lembut dan timbul empati terhadap penderitaan orang lain.

6.      Pada waktu berbuka, hati hendaknya selalu diletakkan antara cemas dan harap. Ia harus mencemaskan ibadah dan amal shalehnya. Jika tidak diterima, ia akan termasuk orang yang dimurkai Allah. Tetapi ia juga harus memelihara harapan. Diriwayatkan oleh Hasan al-Bashri lewat sekelompok orang yang sedang tertawa-tawa pada Hari Raya. Ia berkata : “ Sesungguhnya Allah SWT menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan yang hasilnya tersembunyi bagi makhluk-Nya. Mereka berlomba menaatinya. Sebagian berhasil maju dan beruntung. Sebagian lagi tertinggal dan kecewa. Alangkah ajaibnya orang bermain dan tertawa pada hari ketika beruntung orang yang maju dan celaka orang yang gagal. Demi Allah, sekiranya tirai disingkapkan, orang baik akan sibuk dengan kebaikannya dan orang jelek akan sibuk dengan kejelekannya.


C.    RAMADHAN BERSAMA RASULULLAH
1.      Memperbanyak do’a ketika berbuka
Dari Abdullah bin Amr bin Ash, “ Rasulullah SAW bersabda : “ Bagi orang yang berpuasa ada do’a yang tidak akan ditolak ketika berbuka.” (HR. Ibnu Majah)

2.      Pahala menyediakan Makanan Berbuka
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, “ Rasulullah SAW bersabda : “ Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka, maka ia mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa, sedangkan pahala orang yang berpuasa itu sendiri tidak berkurang sedikitpun.” (HR. Turmudzi. Ia berkata : Hadits ini hasan dan shohih)

3.      Hidupkan malam Ramadhan dengan sholat
Dari Abu Hurairah ra, “Rasulullah SAW bersabda : “ Barangsiapa melakukan sholat  pada malam-malam Ramadhan dengan iman dan mengharapkan keridhoan-Nya, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhori dan Muslim)

4.      Memperbanyak sedekah dan tadarus Al-Qur’an
Dari Ibnu Abbas ra, “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih besar kedermawanannya pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril biasanya menemuinya setiap malam Ramadhan, lalu tadarus Al-Qur’an (dengan beliau). Sungguh Rasulullah SAW ketika ditemui Jibril menjadi orang yang lebih bermurah hati dalam memberi kebaikan sehingga lebih banyak memberi dari tiupan angin.” (HR. Bukhori dan Muslim)
5.      Memperbanyak istighfar pada malam terakhir Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda, “Pada bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan pada seorang Nabi pun sebelumku. Pertama, bila datang setiap awal Ramadhan, Allah azza wa jalla melihat mereka. Barangsiapa dilihat Allah, maka selamanya tidak akan disentuh adzab. Kedua, bau mulut mereka pada sore hari disisi Allah lebih harum dari aroma minyak kesturi. Ketiga, para malaikat memohonkan ampunan bagi setiap siang dan malam. Keempat, Allah azza wa jalla menyuruh surga-Nya dengan firman-Nya : “Bersiap-siaplah dan hiasilah dirimu untuk hamba-hamba-Ku. Kamu sekalian telah dekat saat beristirahat dari kelelahan hidup di dunia dan kembali ke tempat-Ku dan rahmat-Ku. Kelima, bila telah tiba akhir Ramadhan, Allah mengampuni dosa-dosa mereka semua.” (HR. Ahmad, Baihaqi dan Al-Bazzar)

D.    HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHAUM
1.      Sengaja makan dan minum
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang lupa sedang berpuasa, lalu makan dan minum, maka hendaknya dia menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah yang menberi dia makan dan minum.” (HR. Bukhari 3/40, Muslim 2/809)
2.      Sengaja Muntah
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda, “Siapa yang muntah, maka tidak harus mengqadha. Adapun yang sengaja muntah, maka dia harus mengqadha.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
3.      Haidh dan Nifas
4.      Onani/masturbasi
5.      Berhubungan seksual

E.     HAL-HAL YANG DIBOLEHKAN DALAM BERPUASA
1.      Bersiwak/menggosok gigi
Rasulullah SAW bersabda, “ Kalau bukan karena aku khawatir memberatkan umatku, aku akan memerintahkan mereka bersiwak, setiap hendak shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2.      Orang yang berpuasa tidak mandi junub hingga pagi
Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Nabi SAW dalam keadaan junub setelah berkumpul dengan istrinya. Setelah fajar terbit, beliau mandi dan berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)
3.      Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung
4.      Mencicipi makanan untuk keperluan yang mendesak
5.      Bercelak dan memakai tetes mata
6.      Cuci darah dan menyuntik
7.      Tidak sengaja makan dan minum
8.      Tidak sengaja muntah

F.     RAMADHAN SEBAGAI BULAN TARBIYAH

Diantara ciri khas bulan Ramadhan adalah tumbuh suburnya suasana ke-Islaman di semua tempat. Umat Islam mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beribadah. Puasa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menahan segala kecenderungan negatif  dan memotivasi untuk melakukan semua bentuk kebaikan. Sehingga peluang tarbiyah di bulan Ramadhan lebih terbuka dan lebih luas.
Ada beberapa rambu yang perlu diperhatikan agar kita tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan amal ibadah puasa ini.

1.      Anggaplah Ramadhan kali ini adalah kesempatan Ramadhan terakhir.
Kehilangan momentum Ramadhan kali ini, berarti kita kehilangan momentum yang sangat berharga untuk kelanjutan kehidupan setelahnya.

2.      Isilah Ramadhan dengan agenda yang jelas.
Tujuannya agar kita lebih mudah melakukan evaluasi terhadap kuantitas ibadah yang dilakukan. Seperti ungkapan Umar bin Khattab “ Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab pada hari kiamat.”

3.      Jauhi sikap menunda-nunda amal ibadah.
Imam Hasan al Bashri mengatakan : “Nilai dirimu tergantung pada hari ini, bukan besok”
“ Jika engkau telah mengoptimalkan amal shalih pada hari ini, engkau takkan menyesal meskipun engkau besok mengalami kerugian.” (Az-Zuhd: 4)

4.      Tanamkan sikap untuk tidak mudah tunduk pada perasaan lelah dari mengerjakan amaliyah Ramadhan.
Inti dari langkah ini adalah mujahadah  atau melawan keinginan untuk tidak melakukan amal ketaatan dengan berbagai alasan. Sikap menghentikan keinginan nafsu, awalnya memang sulit, tapi hal itu bisa kita lakukan kalau kita bersungguh-sungguh.

5.      Melakukan muhasabah dan evaluasi harian sebelum tidur terhadap amal yang telah dilakukan.

6.      Menghindari pekerjaan yang terlalu berat di siang hari.
Terlalu lelah, bisa mengakibatkan tubuh malas dan bisikan setan pun semakin punya alasan untuk melemahkan fisik kita.
Rasulullah SAW bersabda,” Puasa adalah amanah maka hendaklah salah seorang diantara kamu menjaga amanahnya.” (Hadits Hasan)

7.      Sedapat mungkin putuskan atau kurangi melakukan aktivitas yang bernuansa hiburan, yang tidak memiliki kaitan dengan ibadah di bulan Ramadhan.

8.      Sering-sering dan perbanyak bertemu dengan komunitas dan lingkungan yang mengajak kita untuk mengingat Allah.
Para sahabat pernah berkata “ta’ala nu’minu sa’ah” (Mari kita sejenak meningkatkan keimanan)

9.      Hindari terlalu kenyang ketika berbuka puasa.

10. Tunaikan ibadah sunnah I’tikaf di masjid dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan untuk menggapai malam Lailatul Qadar.
Sesungguhnya sepuluh hari terakhir adalah detik-detik perpisahan kita dengan Ramadhan yang sangat mulia dan dirindukan. Karenanya, saat itulah kita harus lebih memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


“Allahumma bariklana fi Rajab wa Sya’ban, wa ballighna Ramadhan” Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah usia kami pada bulan Ramadhan.

G.    MENCARI LAILATUL QADAR
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berdiri (shalat) pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mencari ridha Allah maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, pada malam ganjil.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu ‘Abbas menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Carilah pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan. Lailatul Qadar pada malam kedua puluh sembilan, kedua puluh tujuh, dan kedua puluh lima.” (HR. Bukhari)
Pada malam Lailatul Qadar dianjurkan untuk memperbanyak do’a terutama do’a yang diajarkan Rasulullah SAW yang berbunyi “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku)” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Tanda-tanda Lailatul Qadar diantaranya :
1.      Matahari di pagi harinya tidak terlalu terang seperti biasanya
2.      Malam itu cerah dan udara terasa sedang, tidak panas dan tidak pula dingin.
“Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak pula dingin. Pada pagi harinya matahari tampak kemerahan redup.” (HR. ibnu Khuzaimah dan Ath-Thayalisi)
3.      Tidak ada bintang jatuh (meteor)
Rasulullah SAW bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak pula dingin, dan tidak ada bintang yang jatuh (meteor).” (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah SAW pernah berdo’a : “Ya Allah, ampunilah bagiku kesalahan dan kebodohanku, kelebihan-kelebihanku dalam urusanku dan apa-apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Ya Allah, ampunilah bagiku kesungguhan dan candaku, kekeliruanku dan kesengajaanku, dan semua itu ada padaku. Ya Allah, ampunilah bagiku apa yang kudahulukan dan apa yang ditangguhkan, apa yang kusembunyikan dan apa yang kutampakkan, dan apa-apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau Ilahku, yang tiada Ilah selain Engkau.” (diriwayatkan oleh Bukhari Muslim)


Maroji’ :
1.       Berpuasa seperti Rasulullah, Saliem al-Hilali & Ali Hasan Ali Abdulhamied, Gema Insani Press.
2.       Tarhib dan Panduan Ramadhan, DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA, Daarut Tarbiyah.
3.       Renungan Ramadhan, “Membina Generasi Tangguh”, Majalah Sabili, 2000.
4.       Majalah Tarbawi, Edisi 15 Th/2 31 Desember 2000 M.
5.       Majalah Tarbawi, “Menjadi Alumni Teladan Bulan Ramadhan”, Edisi 27 Th.3/ 31 Desember  2001
Majalah Saksi, “Bonus itu Bernama Lailatul Qadar”, No. 6 Tahun IV 25 Desember  2001

Baca Selengkapnya ....

Shadaqah Hapuskan Sifat Takabur

Posted by Unknown Kamis, Februari 16, 2012 0 komentar
Sedekah terbagi kepada dua yaitu sedekah wajib dan sedekah sunah. Sedekah wajib ialah zakat harta, zakat fitrah dan seumpamanya. Sedekah sunah ialah derma, khairat atau sembarang pemberian atau pertolongan kepada mereka yang memerlukan.
Malahan dalam masyarakat Melayu, memang ada perbedaan yang jelas antara zakat dan sedekah. Zakat dianggap sesuatu yang wajib dan sedekah itu dilakukan secara sukarela.
Jika sedekah wajib itu dianggap kewajiban agama (hak Allah), maka sedekah sunah itu adalah kewajiban sosial. Ia menandakan kesyukuran atas segala nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah s.w.t kepada kita.
Ada banyak kelebihan sedekah ini dan ganjarannya amat besar. Firman Allah yang berbunyi: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Tiap-tiap bulir; seratus biji, Allah akan melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (Kurnia-Nya) Lagi Maha Mengetahui. (QS. 2: 261).
Rasulullah menyatakan sedekah itu dapat menghapus dosa seseorang. Jabir berkata beliau mendengar Rasulullah bersabda: "Solat itu mendampingkan diri kepada Allah, puasa menjadi perisai kejahatan, dan sedekah dapat menghapus sebagaimana air memadamkan api. - (Riwayat Abu Ya' ala).
Pada suatu hari para sahabat termasuk Munzir dan bapaknya, Jarir sedang bersama-sama Rasulullah menunggu waktu Dzuhur dan tiba-tiba datang satu kumpulan kaum (suku Arab dari Mesir) dalam keadaan sungguh miskin, tidak beralas kaki dan berpakaian compang-camping.
Wajah Rasulullah berubah seketika kerana kasihan melihat penderitaan mereka. Setelah melaksanakan sholat berjamaah, Rasulullah berkhutbah dengan memetik ayat al-Quran surah an-Nisa mulai ayat pertama. Kemudian baginda membaca ayat 18 surah Al-Hasyr yang bermaksud: "...Dan hendaklah setiap diri melihat dan memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)...?"
Kemudian para sahabat yang mendengar ayat yang baru saja dibaca dan diperdengarkan Rasulullah mulai mengeluarkan shadaqah (sedekah). Ada yang mengeluarkan uang satu dinar, ada yang mengeluarkan uang satu dirham, malah ada pula yang memberi pakaian, gandum dan buah kurma sebutir demi sebutir. Baginda lantas bersabda: "Bersedekahlah walaupun dengan sedikit air sekalipun."
Kemudian, tiba-tiba datang seorang lelaki Anshar membawa satu bungkusan besar dan terlalu berat tetapi dia terus membawanya. Setelah itu, orang ramai pun datang berduyun-duyun membawa berbagai shadaqah (sedekah).
Kata Jarir, "Aku melihat setumpuk pakaian dan makanan, maka pada saat itu aku lihat wajah Rasulullah berseri-seri lalu baginda bersabda; "Barang siapa membuat sesuatu yang baik maka ia akan dapat pahala daripadanya dan pahala orang yang mengerjakannya dengan tidak mengurangkan pahala orang yang mengerjakannya."
Barang siapa yang membuat suatu kejahatan, maka ia akan menanggung dosa dan dosa orang yang melakukannya dengan tidak meringankan dosa orang yang melakukannya itu. (HR. Muslim).
Pada saat bagaimana kita untuk bersedekah? Bagi sedekah wajib ada ketetapan waktu yang diwajibkan seperti disebutkan di dalam kitab Fiqih. Zakat harta misalnya, wajib dikeluarkan jika cukup syaratnya. Sedekah awam (biasa) boleh dilakukan pada bila-bila masa tetapi Rasulullah mengingatkan supaya segera bersedekah apabila ada kemampuan.
Apa yang akan disedekahkan? Seperti yang disebut dalam hadis terdahulu bukan saja uang yang boleh menjadi sedekah akan tetapi makanan, pakaian, barangan dan sumbangan tenaga bisa menjadi sedekah. Sabda baginda yang bermaksud: "Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan fakir miskin, hubungan silaturahim, dirikanlah solat malam (tahajud) ketika orang lain tidur niscaya kamu masuk syurga dengan selamat. (HR. Tarmizi Ibnu Majah dan Ad Darimi).
Dengan adanya Al-Quran dan Hadits, amal berupa shadaqah (sedekah) amat dianjurkan dijadikan cara hidup harian setiap Muslim supaya keimanan kepada Allah SWT sentiasa mantap dan terus bertambah, dan pada saat yang sama terlepas daripada kesengsaraan dunia dan azab akhirat.

Baca Selengkapnya ....

Enam Langkah Rapikan Pakaian

Posted by Unknown Rabu, Februari 15, 2012 0 komentar
Apakah lemari pakaian Anda selalu berantakan? Atau Anda merasa kesulitan saat harus mengambil pakaian yang ingin dikenakan? Solusinya hanya satu, lekas bersihkan lemari pakaian Anda.
 
Lemari yang berantakan muncul karena Anda terus menambah jumlah pakaian, sedangkan yang lama tidak pernah disingkirkan. Jeremy Berger, kontributor Fashion Tips di situs AskMen, memberikan beberapa cara yang dapat dilakukan agar lemari pakaian Anda bisa kembali lega.
 
Singkirkan yang tidak terpakai
Komitmen. Ini adalah modal utama yang harus Anda miliki ketika mulai membersihkan lemari pakaian. Luangkan waktu untuk memisahkan mana pakaian yang masih digunakan dan mana yang tidak.
 
Pekerjaan ini bisa menjadi tugas yang sangat berat mengingat kebanyakan orang terlalu sayang untuk menyingkirkan pakaian mereka. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memudahkan tugas ini.
 
Pertama, jika Anda tidak pernah menggunakan pakaian itu lebih dari setahun, singkirkan segera. Kedua, pisahkan pakaian itu menjadi tiga golongan yakni kemarin, hari ini, dan besok. Singkirkan pakaian-pakaian yang masuk golongan kemarin. Simpan kembali yang termasuk ‘besok’. Sedangkan untuk golongan hari ini bisa Anda pertimbangkan untuk disimpan atau disingkirkan.
 
Perbaiki yang sudah ketinggalan mode
Permak pakaian yang masih bisa digunakan, tapi sudah ketinggalan zaman. Buat agar lebih terlihat fashionable. Dengan begitu Anda bisa berhemat dengan tidak membeli yang baru.
 
Sumbangkan 
Anda tidak lagi butuh bukan berarti tidak ada orang lain yang bisa memakainya. Sumbangkan pakaian itu ke tetangga atau orang-orang yang tidak mampu selama pakaian tersebut masih layak dikenakan. Anda bisa berikan kepada organisasi sosial atau yayasan yang menampung anak-anak jalanan dan lainnya. Sebagai contoh, di New York ada Dress for Success, lembaga sosial yang menyediakan pakaian kantor untuk wanita karir dengan penghasilan rendah. Sumbangkan pakaian anda di LAZ TPU Al Mumtaz Kab Sambas
 
Uangkan kembali pakaian Anda  
Dengan kecanggihan teknologi, apa yang tidak mungkin saat ini? Anda bisa memanfaatkan fasilitas internet untuk menjual pakaian. Seperti kita ketahui E-Bay, situs transaksi jual beli lewat internet, bisa menjual beragam jenis barang mulai dari gigi palsu bekas hingga jam tangan militer yang vintage.
 
Dengan sedikit kesabaran, Anda bisa menjual pakaian tersebut. Atau Anda mau pakai cara lain? Jual pakaian itu ke toko-toko yang menerima pakaian bekas pakai yang berkualitas dengan harga masuk akal. Dengan begitu, semuanya tidak terbuang percuma.
 
Buang
Ini adalah langkah terakhir jika pakaian itu tidak bisa diperbaiki, disumbangkan, ataupun dijual kembali. Buanglah ke tempat sampah. Sebelumnya bisa Anda pisahkan beberapa potong untuk digunakan sebagai kain lap. Selain itu, jangan lupa gunting-gunting terlebih dahulu pakaian dalam sebelum dibuang. Kecuali Anda memang ingin orang lain melihat bentuk underwear yang Anda telah kenakan.
 
Atur lemari pakaian 
Lemari pakaian Anda seharusnya serbaguna dan fungsional, jadi jangan sampai hanya digunakan sebagai tempat menumpuk pakaian. Mulailah singkirkan barang-barang yang memang sudah tidak digunakan dari sekarang.
 
Tempointeraktif.com 

Baca Selengkapnya ....

BAITUL MAAL UNTUK KAMPUNG WISATA DANAU SEBEDANG

Posted by Unknown Kamis, Februari 02, 2012 0 komentar

Istilah kampung untuk mendeskripsikan sebuah suasana asri, pemandangan indah, suasana tradisional, bebas dari hingar bingar kota, dan lain sebagainya. Kampung Wisata, berarti mempertahankan suasana tradisional dengan segenap keunikannya untuk menarik minat wisatawan domestik atau manca Negara untuk berkunjung, berwisata di daerah tersebut. Kampung Wisata, berarti seluruh sendi kehidupan sosial berfungsi sebagai penarik wisatawan, tidak hanya sekedar kondisi alam atau pun lainnya.
Pikiran saya  secara teknis berkaitan dengan pengembangan Kampung Wisata di Danau Sebedang. Teknis agar lebih mudah dipahami saja. Ok.
 
Sebar 1 juta Benih Ikan
Dengan menerapkan hukum adat, sebar 1 Juta benih ini bisa optimal. Semua masyarakat baik di sekitar Danau Sebedang tidak boleh mengganggu ekosistem yang sudah ada di Danau Sebedang, semisal membuang sampah, limbah rumah tangga atau limbah beracun lainnya. Selanjutnya, dalam 1 tahun, Danau Sebedang dilarang memancing atau menangkap ikan, dengan alasan kesiapan.

Selanjutnya, pengelola Baitul Maal
Hingga masa yang ditentukan, Danau Sebedang membuka diri untuk menjadi tempat memancing. Tapi ini hanya berlaku bagi wisatawan saja. Hasil dari tangkapan ini diserahkan kepada pengelola yang ditunjuk, untuk ditentukan harga dari hasil tangkapan tersebut. Kemana uang itu? Uang tersebut dikumpulkan dan digunakan untuk membiayai kebutuhan sosial masyarakat. Misalnya beasiswa dhuafa, membangun jalan, masjid, TPA dan lain sebagainya.
Penyediaan homestay, kafe atau tempat – tempat rekreasi di Danau Sebedang dilakukan secara ketat, salah satu aturannya adalah tidak menjual minuman keras, tidak menyediakan Wanita Tuna Susila dan hal lainnya yang sekiranya mengganggu kepentingan umum. Keuntungan dari homestay dan lain sebagainya juga dikelola oleh pengelola, dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan sosial.
Seluruh masyarakat di sekitar Danau Sebedang bisa menitipkan berbagai macam kerajinan yang kemungkinan bisa dioptimalkan oleh Baitul Maal. Keuntungan dari penjualan souvenir tersebut, bisa dengan system kontinyensi. Bagaimana dengan PDAM? Sebaiknya PDAM diganti hak kelola oleh Baitul Maal, dimana keuntungannya dikembalikan kepada masyarakat dalam berbagai layanan sosial.


Bagaimana Baitul Maal Tersebut
Untuk menjaga keberlangsungan Baitul Maal, sumber dana pembangunan Baitul Maal bisa melalui infak dan wakaf dari masyarakat. Salah satu kelebihan wakaf, adalah secara hokum nazhir sebagai pengelola wakaf tidak boleh menghilangkan nilai dari wakaf tersebut, tapi bisa memetik manfaat dari wakaf tersebut. Contoh : penggunaan dana wakaf untuk membangun kios, kemudian kios disewakan; hasil sewa kios disebut sebagai surplus wakaf. Skema Penggunaan Dana Wakaf adalah Donasi – Aset – Pemanfaatan Surplus Wakaf Untuk layanan sosial seperti pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.


Baca Selengkapnya ....

Peluang Zakat Untuk Pendidikan

Posted by Unknown Rabu, Januari 25, 2012 0 komentar
Membicarakan tentang rivalitas kualitas pendidikan dan biaya pendidikan seolah tak kunjung selesai. Kelihatannya begitu paradoks, saat ini jika kita menginginkan pendidikan dengan kualitas yang baik, maka kita sudah bersedia mengeluarkan sejumlah dana, sedangkan ketika kita tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menunjang pendidikan, maka solusinya adalah menghapus seluruh harapan, dan kemudian kalaupun sekolah, tentunya di ruang pendidikan nyaris tanpa mutu, disebabkan oleh ketidakmampuan guru dalam memberikan pendidikan secara maksimal.
Persoalan ini tentu akan selesai jika dikembalikan kepada pokok masalahnya, yakni tentang kelembagaan atau status dari lembaga pendidikan. Pada dasarnya sekolah atau lembaga pendidikan didirikan atas keinginan social, baik sekolah swasta maupun sekolah yang dikelola oleh pemerintah. Keinginan social ini diartikan bahwa seluruh aktivitas tidak diperuntukkan untuk memperoleh keuntungan semata dan tidak bisa memiliki asset-aset oleh pendiri atau pengelolanya. Pendiriaan sebuah lembaga pendidikan, seharusnya bermula dari adanya itikad untuk mengadakan kegiatan social guna membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan malah menjadi momok yang menakutkan bagi kemiskinan sebagian orang yang tidak bisa mengenyam pendidikan secara maksimal.
Eri Sudewo (2004 : 209) berujar tentang lembaga pendidikan “menarik untuk disimak adalah pengelolaan lembaga sekolah yang not for profit. Dalam mendirikan bangunan sekolah dan menyiapkan fasilitas lainnya, pihak sekolah atau yayasan yang mengelolanya meminjam sejumlah uang dari bank atau perseorangan. Untuk melunasi utang tersebut, pihak sekolah mengutip iuran dari tiap orang tua murid dengan nama Uang Pembangunan Sekolah. Status iuran uang pembangunan sekolah dari orang tua murid adalah infak sedekah. Setelah lunas, muncullah sebuah pertanyaan “milik siapakah bangunan sekolah dan fasilitas lainnya di sekolah itu?
Pertanyaan tentang status kepemilikan memerlukan jawaban yang tepat, dengan status uang yang diberikan oleh para orang tua siswa adalah infak sedekah, maka status sesungguhnya adalah bahwa bangunan beserta fasilitas yang dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan adalah dikelola, bukan dimiliki.
Sekolah adalah lembaga not for profit. Jasa pendidikan yang ditawarkan, harus dibayar oleh penerima jasa itu. Dalam hal ini orang tua siswa yang membayar SPP, sebagai pengganti jerih payah guru dan pengelolaan sekolah. Dengan demikian sleuruh biaya operasional, termasuk gaji guru dan seluruh pekerja sekolah ditanggulangi oleh orang tua dan wali murid.
Realitas yang terjadi sesungguhnya menunjukkan bahwa apa yang menjadi kerangka ideal pengelolaan pendidikan demikian rapuh, tergusur oleh ketidakpuasaan, sikap terburu-buru dalam mengambil keputusan. Tingginya SPP yang harus dibayarkan oleh orang tua, rupanya bertolak belakang dengan tingkat kesejahteraan guru, berdiri di antara kepungan idealisme dan pragmatisme.

Menangkap Peluang Zakat Untuk Pendidikan
Bagaimana membicarakan peluang zakat? Jika derajat pembayar zakat tidak menunjukkan angka signifikan, kalaupun beranjak naik itu sebatas ritual tahunan, ramadhan membayar zakat, selepas itu tak meninggalkan jejak. Namun peluang zakat untuk pendidikan tetap layak untuk dibicarakan, dicarikan solusinya, mewujudkan pendidikan berkualitas namun tak mengangkangi ketidakmampuan masyarakat miskin.

Peluang panutan
Peluang panutan, adalah zakat yang bisa memberikan kekuatan untuk memberikan teladan tentang pengelolaan lembaga pendidikan dengan dana zakat dan infak masyarakat, atau apabila meminta imbalan dari orang tua murid, adalah biaya yang mudah dijangkau.
Peluang panutan, sebab mustahil di zaman yang serba materialistik ini membuat semua orang bisa percaya bahwa ada sekolah yang berkualitas namun sepenuhnya transparan, ada laporan keuangan dan lain sebagainya.

Peluang Pendidikan Berkualitas
Apa jadinya anak-anak kita nanti apabila dibesarkan dan dididik dari dana entah berantah. Bantuan Operasional Sekolah misalnya, adalah bentuk subsidi dari kenaikan BBM, bantuan prosentase dari ketidakmampuan masyarakat. Maka pendidikan berkualitas berasal dari dana zakat, infak dan shadaqah memungkinkan secara spiritual untuk membentuk anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Peluang Amal Berlipat Ganda
Adanya lembaga pendidikan yang dikelola dengan dana umat adalah peluang amal pahala yang tak pernah putus. Setiap kalimat kebajikan yang dibaca dan dihafalkan oleh anak-anak disekolah, secara merata tak berkurang sedikitpun untuk dinikmati pahalanya oleh semua donatur.

Baca Selengkapnya ....

Pesan Untuk Generasi Muda Indonesia

Posted by Unknown 0 komentar
Professor muda di Amerika ini bernama Nelson Tansu, lahir di Medan (Sumatera Utara) pada tahun 1977. Ia seorang pakar nanoteknologi dan optoelektronika asal Indonesia yang menjadi tenure-tracked Assistant Professor di Universitas Lehigh (Lehigh University) pada usia 25 tahun (sejak Juli 2003). Tansu menyisihkan lebih dari 300 doktor untuk mendapatkan jabatan Assistant Professor tersebut di Universitas Lehigh sejak Juli 2003.
Prof. Nelson memiliki pesan-pesan untuk generasi muda, khususnya bagi generasi muda di negara kelahirannya, Indonesia. Mari kita simak pesan-pesannya dibawah ini:
1. “Menurut saya, keberhasilan bukanlah berasal dari tingkat kepintaran. Saya sendiri tidak pernah merasa bahwa saya sendiri lebih cerdas atau lebih dari yang lainnya terutama orang-orang Indonesia lainnya. Sebenarnya menurut saya, saya biasa-biasa saja tetapi saya memang orang yang rajin dan kerja keras. Jadi, menurut saya, kerja keras dan fokus yang luar biasa adalah kunci dari keberhasilan. Di samping kerja keras dan fokus, saya juga mendapat dukungan dari istri (Adela Gozali Yose) dan keluarga saya untuk dapat memberikan kontribusi sampai sekarang.”
2. “Banyak sekali talenta-talenta terbaik dari Indonesia yang mungkin jauh lebih bagus dan telah berkontribusi dengan banyak bagi Indonesia dan dunia. Semoga, saya sangat berharap bahwa banyak generasi-generasi muda Indonesia akan terus memiliki motivasi untuk terus bekerja dengan giat dan fokus untuk dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan bangsa dalam jangka panjang di kemudian hari.”
3. “Saya sendiri sebenarnya masih jauh dari banyak talenta-talenta terbaik Indonesia yang telah berhasil di tingkat dunia. Saya sendiri masih berusaha keras dan giat untuk meningkatkan kontribusi dari diri sendiri dan juga mahasiswa kita untuk dapat memberikan kontribusi di bidang sains dan teknologi. Masih banyak hal yang harus saya belajar dan kembangkan sebelum dapat dibilang berhasil, dan kami belajar untuk maju setiap hari.”
4. “Negara Indonesia adalah Negara besar dengan populasi ke-4 terbesar di dunia. Banyak talenta-talenta luar biasa dari generasi muda kita yang melebihi kita-kita yang sudah lebih senior, dan kita harus dapat memberikan motivasi untuk memajukan mereka, dan juga memberikan bimbingan dan semangat yang tepat untuk dapat mengembangkan talenta-talenta muda tersebut secara optimal. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang harus mampu untuk memberikan kontribusi besar untuk tingkat dunia. Dengan adanya generasi muda bertalenta tinggi di Indonesia (yang menurut saya, banyak yang lebih luar biasa dari kita-kita yang senior), maka saya yakin Indonesia dapat menjadi negara maju dengan masyarakat yang sejahtera dan juga dapat memberikan kontribusi yang luar biasa di tingkat dunia.”
5. “Sewaktu pertemuan di I-4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional) di Jakarta bulan Desember 2010 , saya benar-benar sangat impressed dengan enthusiasm dari generasi muda yang ingin Indonesia maju. Dengan semangat yang demikian positif dan saling mendukung di antara kalangan ilmuwan Indonesia, maka saya yakin Indonesia akan maju dan generasi muda akan terus berkembang melebihi generasi sekarang”.
6. “Di antara kalangan ilmuwan Indonesia, banyak di antara mereka yang dapat menjadi sukses jika mendapatkan kesempatan yang cukup. Jadi semoga di kemudian hari, bangsa and negara Indonesia, dan masyarakat Indonesia, dapat memberikan dukungan yang secukupnya bagi ilmuwan generasi muda sebanyak-banyaknya.”
7. “Tujuan dari saya di Lehigh adalah hanya untuk fokus dalam bekerja keras untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang dapat berkontribusi dalam bidang teknologi dan sains, dan semoga kami dapat memberikan kontribusi untuk mahasiswa Indonesia juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam membimbing mereka di program S3. Sekarang ini, group kita telah memiliki 2 alumni dari Indonesia (1 untuk S3, dan 1 untuk S2). Semoga kita dapat lebih berkontribusi untuk di masa depan dalam pengembangan sumber daya manusia.”
8. “Salah satu hal yang paling penting bagi kita untuk melakukan adalah untuk memberikan ruang kepada ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang sudah establish di berbagai bidang di dalam negeri dan luar negeri untuk dikenal bagi generasi muda. I-4 diharapkan untuk menjadi wadah bagi memberikan wacana untuk memberikan kesempatan terhadap ilmuwan-ilmuwan Indonesia tersebut. Ada beberapa yang saya kenal (atau tahu) sejak beberapa tahun ini yang merupakan ilmuwan yang bagus dari Indonesia yang berkarir di berbagai Negara (termasuk Indonesia) yang harusnya bisa menjadi role model untuk anak-anak muda kita, yaitu: Bapak Yohanes Surya, Bapak Ken Soetanto, Bapak Yow Pin Lim, Bapak Oki Gunawan, Bapak Hery S. Djie, Bapak Jeffrey Rufinus, Bapak Yanuar Nugroho, Ibu Desi Anwar, Ibu Etin Anwar, Bapak Terry Mart, Bapak Wilson Wenas, Bapak Jhony Setiawan, Bapak Nasir Tamara, Bapak Andreas Raharso, Bapak Rudy Raymond, Bapak Khoirul Anwar, Ibu Rose Amal, Bapak Romulus Godang, Bapak L. T. Handoko, Bapak Agus Purwanto, Barry Herry Kwee, Bapak Hendra Kwee, Bapak Wirawan Purwanto, Bapak Gunawan Witjaksono, Bapak Rudiyanto Gunawan, Ibu Lea Goentoro, Bapak Anies Baswedan, dan lain-lainnya (banyak). Tentu saja masih banyak yang lebih senior yang telah merupakan role model yang bagus seperti Bapak Habibie, Bapak Bambang Hidayat, Bapak M. O. Tjia, Bapak Barmawi, Bapak Sangkot Marzuki, Bapak The Houw Liong, dan lain-lainnya (masih banyak). Saya kira mereka-mereka ini adalah yang telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi tinggi, dan kita semua (termasuk saya sendiri terutama, dan generasi muda lainnya) dapat terinspirasi untuk belajar dari mereka-mereka yang memiliki kemampuan luar biasa dan dedikasi luar biasa di bidang mereka masing-masing.”
Biografi singkat
Prof. Nelson Tansu lahir pada Oktober 1977 di Medan (Sumatera Utara), ia menerima gelar BS dan gelar Ph.D. dari University of Wisconsin-Madison Mei 1998 dan Mei 2003. Dr. Tansu memulai karir sebagai Profesor Asisten (Assistant Professor) termuda di Lehigh University pada Juli 2003 (umur 25). Dr Tansu menjabat sebagai Profesor Asisten (Assistant Professor) (Juli 2003 – April 2007) dan Peter C. Rossin Assistant Professor (April 2007 – April 2009) di Departemen Teknik Elektro dan Komputer (ECE) dan Pusat Teknologi Optik (COT) di Lehigh University. Ia menjadi professor dengan tenure (Associate Professor) di Lehigh University pada Mei 2009. Sejak Mei 2010 sampai sekarang, Dr Tansu telah menjadi Class of 1961 Associate Professor (dengan tenure) di Departemen Teknik Elektro dan Komputer (ECE) dan Pusat Teknologi Optik(COT) di Lehigh University. Dr Tansu adalah memiliki beberapa penghargaan dari Universitas Wisconsin-Madison dan Lehigh University, dan dia juga telah mempublikasikan riset mereka di beberapa-beberapa jurnal internasional. Istri Tansu adalah Adela Gozali Yose, dan mereka tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya ....

Menggapai Kebahagiaan Dengan Berzakat

Posted by Unknown Selasa, Januari 24, 2012 0 komentar
Kebahagiaan adalah idaman setiap orang. Namun betapa banyak orang yang salah dan bahkan tersesat dalam upaya mencari dan mendapatkan kebahagiaan. Sehingga tidak sedikit yang – setelah berbagai upaya yang sangat melelahkan – ternyata hanya memperoleh kebahagiaan semu belaka.
Bagi orang mukmin, kebahagiaan yang dicari adalah kebahagiaan hakiki, kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan itu hanya bisa didapat melalui bermacam ragam ketaatan yang salah satunya adalah dengan menunaikan kewajiban zakat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ، وَ سَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ، فَهُوَ مُؤْمِنٌ”
”Barangsiapa bersenang hati dengan amal kebaikannya, dan bersedih hati dengan keburukan yang diperbuatnya, maka berarti dia adalah seorang mukmin” (HSR Ath-Thabrani).
Jadi kebahagiaan hati orang beriman itu bersumber dari kebaikan dan ketaatan yang dilakukannya sebagai bukti keimanan hatinya. Semakin tinggi tingkat dan nilai ketaatannya, maka semakin besar pula kebahagiaan yang dirasakannya. Dan berzakat menempati peringkat yang sangat tinggi dalam skala prioritas amal ketaatan. Karena ia merupakan salah satu ibadah wajib utama yang diposisikan sebagai rukun Islam ketiga, sehingga dengan berzakat berarti seorang mukmin telah turut andil dalam upaya menegakkan tiang dan pilar penyangga utama bangunan Islam.
Kebahagiaan karena berzakat semakin sempurna dirasakan oleh seorang mukmin karena disebutkan dalam hadits qudsi riwayat Imam Al-Bukhari, bahwa mengamalkan ketaatan berupa kewajiban – seperti zakat dan lain-lain – merupakan sarana terbaik untuk taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah) dan jalan terdekat untuk meraih mahabbatullah (cinta dan kasih sayang Allah).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ”
Dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang terhadapnya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan. Dan hamba-Ku terus menerus berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah, sampai Aku mencintai dia. Dan jika Aku sudah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya untuk ia mendengar, dan penglihatannya untuk ia melihat, dan tangannya untuk ia memukul (beraktifitas), dan kakinya untuk ia berjalan. Lalu jika ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi …” (HR. Al-Bukhari).
Dan ini adalah derajat kebahagiaan puncak yang dicita-citakan oleh setiap mukmin sejati. Ya, siapa orang beriman yang tidak berbahagia dan berbunga-bunga hatinya dicinta dan disayangi oleh Dzat Yang Maha Penyayang ? Disamping itu, orang yang taat membayar zakat tentu juga dicintai dan disayangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum mukminin, dimana hal ini juga menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi seorang mukmin.
Zakat merupakan wujud dan bukti syukur seorang hamba atas limpahan karunia harta yang diterimanya dari Allah Ta’ala. Dan orang yang bersyukur adalah orang yang berbahagia. Maka berbahagialah para muzakki. Disamping itu, salah satu fungsi utama zakat adalah membersihkan diri dan mensucikan hati sang muzakki.
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dimana dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS At-Taubah : 103).
Dan disini pula tersimpan rahasia dibalik kebahagiaan orang yang berzakat. Karena zakat yang ditunaikannya akan membersihkan dirinya dari dosa-dosa yang membebani dan mensucikan hatinya dari sifat-sifat kikir, cinta harta dan penyakit-penyakit hati yang lain yang biasa menjadi penghalang utama bagi seseorang untuk menikmati kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya.
Disisi lain lagi, zakat bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi seorang mukmin, karena zakat yang diambil dari sebagian hartanya akan diserahkan kepada orang-orang yang membutuhkan diantara para mustahiq (penerima zakat). Ini tentu akan sangat membahagiakan mereka. Dan kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan para muzakki.
Hal terakhir namun justru barangkali terpenting yang harus dicatat disini adalah bahwa, dengan berzakat, seseorang akan terbebas – dengan izin Allah – dari ancaman siksa pedih di Neraka, sebagaimana dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam banyak ayat, dan – dengan taufiq Allah pula – akan menikmati kebahagiaan hakiki dalam kehidupan abadi di Surga Allah Yang Maha Tinggi. Semoga !
Perhatikanlah kerasnya acaman terhadap orang yang enggan membayar zakat dan berinfak, seperti antara lain di dalam ayat-ayat di bawah ini:
”Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Ali ’Imraan: 180).
”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak meninfakkannya pada jalan Allah (khususnya infak wajib berupa zakat), maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah: 34-35).
Oleh;Ahmad Mudzoffar Jufri, MA

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of LAZ TPU AL MUMTAZ.