Al Mumtaz Sambas Serah Buku Tahap Pertama

Posted by Unknown Rabu, Februari 29, 2012 0 komentar
Selasa, 27 Februari 2012. Lembaga Amil Zakat Tabungan Peduli Ummat Al Mumtaz Kab Sambas menyerahkan bantuan buku bacaan bagi anak - anak yatim piatu di Kabupaten Sambas, dibawah asuhan LP3MD. Program ini sejalan dengan Gerakan Sambas Membaca. 
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan bantuan anak yatim se Kecamatan Sambas, sebagai upaya keperdulian terhadap masa depan anak - anak yatim dan dhuafa di Kab Sambas. Pada penyerahan ini, Denie, selaku penanggungjawab program, mengatakan bahwa Pembentukan Taman Bacaan ini menjadi bagian dari upaya menggerakan gemar membaca di kalangan masyarakat. Kegiatan penyerahan dilakukan di Tanjung Mekar, sebagai tempat TBM ke dua setelah sebelumnya yang pertama dilakukan di Panti Asuhan Nurul Hamid.

Baca Selengkapnya ....

LAZ TPU AL MUMTAZ Sambas Gelar Short Course Penelitian Bagi Penerima Beasiswa

Posted by Unknown Sabtu, Februari 18, 2012 0 komentar
Menulis dan meneliti adalah bagian dari tugas yang tak terpisahkan dari kegiatan mahasiswa dalam menyelesaikan study akhir. Dalam hal ini, dalam kerangka meningkatkan kemampuan akademis para penerima beasiswa di LAZ TPU Al Mumtaz Kab Sambas, kegiatan kursus singkat penelitian dilakukan hari ahad, 18 Februari 2012. 
Kegiatan ini dihadiri oleh semua penerima beasiswa LAZ TPU AL MUMTAZ Kab Sambas. Adapun materi yang disampaikan adalah berkaitan dengan paradigma penelitian, metodelogi hingga praktek menyusun kelengkapan penelitian. 
Sebagaimana yang disampaikan oleh Denie, selaku penanggungjawab program. Kegiatan ini setidaknya menekankan kepada kemampuan nalar mahasiswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan atau teori baru atau membandingkan, menguji teori - teori yang sudah ada untuk kemudian dilakukan penelitian.
Mudah - mudahan kegiatan ini dapat memacu semangat berpikir ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga mahasiswa tidak sekedar menyusun skripsi, tapi memanfaatkan waktu untuk melakukan sedikit penelitian - penelitian yang tentunya berguna bagi kematangan berpikir maupun dalam hal ilmu pengetahuan.

Baca Selengkapnya ....

LAZ TPU AL MUMTAZ Gelar Educative Game's For Kids

Posted by Unknown 0 komentar
Bertempat di Kantor LAZ TPU Al Mumtaz Kabupaten Sambas. Kegiatan Bimbingan Belajar berupa educative's game dilaksanakan oleh LAZ TPU AL MUMTAZ. Selain dalam rangka syiar zakat, program ini setidaknya membantu anak - anak yang selama ini "horor" terhadap pelajaran matematika, menjadi demikian semangat dan menyenangkan. 
Menurut Denie, kegiatan ini gratis bagi anak - anak, baik di sekitar kantor maupun anak - anak yang lainnya yang hendak ikutan program ini. Kegiatan ini dilaksanakan minimal sepekan 3 kali, bertempat di kantor LAZ TPU AL MUMTAZ Kab Sambas.

Baca Selengkapnya ....

Shadaqah Untuk Sahabat, Cara Lain Pendidikan Karakter

Posted by Unknown Kamis, Februari 16, 2012 0 komentar
Ada fenomena menarik mengenai demoralisasi atau penurunan akhlak di kalangan anak didik dan remaja kita saat ini, dan ini tampaknya akan semakin meluas pengaruhnya. Kasus contekan massal yang menimpa SDN Gadel II Surabaya, Jawa Timur, misalnya. Belum lagi masalah demoralisasi kasus lain, seperti perilaku seksual dikalangan pelajar yang hampir setiap hari terpublikasi di media.

Fenomena-fenomena janggal ini merupakan bagian dari demoralisasi di kalangan pelajar dan generasi muda yang apabila dibiarkan secara terus menerus dan tidak ditanggulangi sejak usia dini akan sangat membahayakan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama.

Ada sejumlah indikator yang digunakan untuk mengukur demoralisasi di kalangan anak didik diantaranya, yaitu: (1) meningkatnya kekerasan di kalangan anak didik; (2) ketidakjujuran yang membudi daya; (3) semakin tingginya rasa tidak hormat kepada orangtua dan guru; (4) pengaruh teman dekat yang sangat dominan terhadap lahirnya tindakan kekerasan; (5) meningkatnya kecurigaan dan kebencian; (6) penggunaan bahasa yang buruk dan cendrung kasar, tidak senonoh dan melecehkan; (7) penurunan etos belajar; (8) menurunnya rasa tanggungjawab individu dan komitmen kebersamaan; (9) meningginya perilaku merusak diri; dan (10) semakin kaburnya pedoman moral.

Pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Terkait hal tersebut, tulisan ini akan menggambarkan alternatif aktifitas yang ditawarkan PKPU dalam rangka mendukung program Pendidikan Karakter.

Secara konsep Pendidikan Karakter, adalah “Effective character education is not adding a program or set of programs to a school. Rather it is a transformation of the culture and life of the school. The best way to implement character education is through a holistic approach that integrates character development into every aspect of school life”, yang berarti: pendidikan karakter yang efektif bukan sekedar penambahan suatu program atau sejumlah program sekolah. Namun pendidikan karakter merupakan transformasi budaya dan kehidupan di lingkungan sekolah. Cara terbaik untuk mengimplementasikan pendidikan karakter adalah melalui pendekatan menyeluruh yang mengaitkan karakter pembangunan ke dalam semua aspek kehidupan di sekolah.

Penddikan Karakter sangat menentukan bagi kualifikasi orang dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan atau kegagalan masa depan. Daniel Goleman (1995) mengungkapkan pentingnya kemampuan untuk menguasai kecerdasan emosi (Emotional Intelligence) sebagai penentu keberhasilan akademik anak, melebihi kemampuan intelektual (Intellectual Quotient=IQ) yang selama ini diakui berhubungan nyata dengan prestasi akademik siswa. Bahkan Goleman menyatakan bahwa 80 persen kesuksesan seseorang ditentukan oleh kecerdasan emosinya (Emotional Quotient=EQ), sementara hanya 20 persen ditentukan oleh IQ-nya.

Pendidikan karakter ini idelnya dilakukan melalui 4 H (Heart, Head, Hand dan Health). Pertama, pendidikan karakter dengan heart (hati) artinya orang tua dalam mendidik anak-anaknya harus didasari dengan: (1) kasih sayang; dan (2) keimanan. Anak yang dididik dengan kasih sayang akan menumbuhkan rasa simpati dan empaty pada dirinya dan orang-orang disekitarnya. Mereka mudah tersentuh dengan kondisi eksternal masyarakat yang serba kekurangan. Demikian juga anak yang dididik dengan keimanan mereka akan memiliki kontrol diri dalam berfikir, bersikap, berbicara dan bertindak. Kontrol diri yang didasarkan pada iman akan membentuk pribadi yang jujur dan bertanggung jawab.

Kedua, pendidikan karakter dengan head (kepala/otak). Pendidikan orang tua terhadap anaknya juga harus mengembangan daya nalar dan pemikiran. Hidup selalu dihadapkan pada berbagai pilihan dan permasalahan. Ketika anak dihadapkan pada pilihan maka bagaimana memilih opsi terbaik adalah mempertimbangkan nilai lebih (positif) setiap opsi.

Ketiga, pendidikan karakter dengan hand (tangan). Tangan merupakan lambang memberi dan menerima (take and give). Pendidikan karakter dengan pendekatan yang ditawarkan oleh PKPU mengajarkan kepada anak untuk hidup saling berbagi. Satu hal terpenting dalam pendidikan adalah menuju kedewasaan dan nilai kedewasaan yang terpenting adalah kemandirian dan tanggung jawab atas segala sikap dan perilakunya. Oleh karena itu pendidikan karakter dengan mengembangkan konsep saling berbagi merupakan hal yang sangat penting.

Keempat, pendidikan karakter dengan health (sehat kondisi dan interaksi). Sehat kondisi termasuk kondisi penyediaan kebutuhan anak. Anak bisa belajar dengan baik manakala mereka memiliki daya dukung yang memadai. Ketika anak hidup dalam kekurangan, mereka cenderung merasa rendah diri (inferior) terhadap kawannya. Ketika anak terlalu dimanjakan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak tahan uji.  Sedekah untuk sahabat mengimplementasikan 4 cara yang disebutkan diatas.

Pendidikan di sekolah menekankan pentingya tiga komponen karakter yang baik (components of good character) yaitu; (1) pengetahuan tentang moral (moral knowing) ; (2) perasaan tentang moral (moral feeling); dan (3) perbuatan bermoral (moral action).  Tiga komponen  karakter ini diperlukan agar peserta didik mampu memahami, merasakan dan mengerjakan nilai-nilai kebajikan.

Komponen pertama pendidikan karakter adalah moral knowing. Terdapat enam hal yang menjadi tujuan dari diajarkannya moral knowing yaitu: 1) moral awereness, 2) knowing moral values, 3) persperctive taking, 4) moral reasoning, 5) decision making dan 6) self-knowledge.  

Komponen kedua pendidikan karakter adalah moral feeling. Terdapat 6 hal yang merupakan aspek dari emosi yang harus mampu dirasakan oleh seseorang untuk menjadi manusia berkarakter yakni : 1) conscience, 2) self-esteem, 3) empathy, 4) loving the good, 5) self-control dan 6) humility.

Komponen ketiga pendidikan karakter adalah moral action. Perbuatan/tindakan moral ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainnya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter yaitu : 1) kompetensi (competence), 2) keinginan (will) dan 3) kebiasaan (habit).

Semua rangkaian aspek-aspek komponen pendidikan yang disebutkan di atas teraktualisasikan dalam rangkaian tawaran LAZ TPU AL MUMTAZ kepada sekolah dan anak didik dengan memanfaatkan tabung peduli sebagai media pembelajaran pendidikan karakter.

Mengingat pendidikan karakter adalah sesuatu yang bersifat abstrak maka nilai-nilai moral pada setiap aktifitas kebaikan harus diajarkan pada anak didik. Oleh sebab setiap rancangan aktifitas pendidikan yang dilakukan anak didik harus mengarah kepada pendidikan karakter.

Ratna Megawangi, telah merumuskan karakter yang harus diajarkan pada setiap anak didik dengan pendekatan  9 pilar yaitu: (1)  Cinta Tuhan dan kebenaran (love Allah, trust, reverence, loyalty); (2)  Tanggungjawab, kedisiplinan, dan kemandirian (responsibility, excellence, self reliance, discipline, orderliness); (3)  Amanah (trustworthiness, reliability, honesty); (4)  Hormat dan santun (respect, courtessy, obedience) ; (5)  Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama (love, compassion, caring, empathy, generousity, moderation, cooperation) ; (6)  Percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah (confidence, assertiveness, creativity, resourcefulness, courage, determination and enthusiasm); (7)  Keadilan dan kepemimpinan (justice, fairness, mercy, leadership); (8)  Baik dan rendah hati (kindness, friendliness, humility, modesty); (9)  Toleransi dan cinta damai (tolerance, flexibility, peacefulness, unity)

Tawaran LAZ TPU AL MUMTAZ SAMBAS melalui slogan, “Sedekah untuk Sahabat”, dengan memberikan 1 tabung/celengan kepada setiap anak didik ini dalam rangka mengimplementasikan pendidikan karakter. Aktifitas yang sederhana namun penuh makna, setiap anak yang mendapatkan tabung peduli diminta untuk menyisihkan sedikit uang jajan untuk berbagi bersama. Dengan adanya Tabung Peduli, selain banyak sekolah yang dibedah, puluhan anak mendapatkan beasiswa, dan ribuan anak dapat mengakses bacaan buku yang baik dan bermutu, tetapi juga mengimplementasikan pendidikan karakter bagi anak yang melakukan.

Dorothy Law Nolte, sudah mengingatkan kita tentang hal ini melalui puisinya yang popular.

Jika Anak dibesarkan dengan Celaan, maka ia belajar Memaki
Jika Anak dibesarkan dengan Permusuhan, maka ia belajar Berkelahi
Jika Anak dibesarkan dengan Ketakutan, maka ia belajar Gelisah
Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Iba, maka ia belajar Menyesali Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Olok-Olok, maka ia belajar Rendah Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Iri Hati, maka ia belajar Kedengkian

Jika Anak dibesarkan dengan Dorongan, maka ia belajar Percaya Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Toleransi, maka ia belajar Menahan Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Pujian, maka ia belajar Menghargai
Jika Anak dibesarkan dengan Penerimaan, maka ia belajar Mencintai
Jika Anak dibesarkan dengan Dukungan, maka ia belajar Menyenangi Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Pengakuan, maka ia belajar Mengenali Tujuan
Jika Anak dibesarkan dengan Berbagi, maka ia belajar Kedermawanan

Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Kejujuran dan Keterbukaan, maka ia belajar Kebenaran dan
Keadilan
Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Aman, maka ia belajar Menaruh Kepercayaan
Jika Anak dibesarkan dengan Persahabatan, maka ia belajar Menemukan Cinta dalam Hidup
Jika Anak dibesarkan dengan Ketentraman, maka ia belajar Berdamai dengan Pikiran

Baca Selengkapnya ....

Shadaqah Hapuskan Sifat Takabur

Posted by Unknown 0 komentar
Sedekah terbagi kepada dua yaitu sedekah wajib dan sedekah sunah. Sedekah wajib ialah zakat harta, zakat fitrah dan seumpamanya. Sedekah sunah ialah derma, khairat atau sembarang pemberian atau pertolongan kepada mereka yang memerlukan.
Malahan dalam masyarakat Melayu, memang ada perbedaan yang jelas antara zakat dan sedekah. Zakat dianggap sesuatu yang wajib dan sedekah itu dilakukan secara sukarela.
Jika sedekah wajib itu dianggap kewajiban agama (hak Allah), maka sedekah sunah itu adalah kewajiban sosial. Ia menandakan kesyukuran atas segala nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah s.w.t kepada kita.
Ada banyak kelebihan sedekah ini dan ganjarannya amat besar. Firman Allah yang berbunyi: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Tiap-tiap bulir; seratus biji, Allah akan melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (Kurnia-Nya) Lagi Maha Mengetahui. (QS. 2: 261).
Rasulullah menyatakan sedekah itu dapat menghapus dosa seseorang. Jabir berkata beliau mendengar Rasulullah bersabda: "Solat itu mendampingkan diri kepada Allah, puasa menjadi perisai kejahatan, dan sedekah dapat menghapus sebagaimana air memadamkan api. - (Riwayat Abu Ya' ala).
Pada suatu hari para sahabat termasuk Munzir dan bapaknya, Jarir sedang bersama-sama Rasulullah menunggu waktu Dzuhur dan tiba-tiba datang satu kumpulan kaum (suku Arab dari Mesir) dalam keadaan sungguh miskin, tidak beralas kaki dan berpakaian compang-camping.
Wajah Rasulullah berubah seketika kerana kasihan melihat penderitaan mereka. Setelah melaksanakan sholat berjamaah, Rasulullah berkhutbah dengan memetik ayat al-Quran surah an-Nisa mulai ayat pertama. Kemudian baginda membaca ayat 18 surah Al-Hasyr yang bermaksud: "...Dan hendaklah setiap diri melihat dan memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)...?"
Kemudian para sahabat yang mendengar ayat yang baru saja dibaca dan diperdengarkan Rasulullah mulai mengeluarkan shadaqah (sedekah). Ada yang mengeluarkan uang satu dinar, ada yang mengeluarkan uang satu dirham, malah ada pula yang memberi pakaian, gandum dan buah kurma sebutir demi sebutir. Baginda lantas bersabda: "Bersedekahlah walaupun dengan sedikit air sekalipun."
Kemudian, tiba-tiba datang seorang lelaki Anshar membawa satu bungkusan besar dan terlalu berat tetapi dia terus membawanya. Setelah itu, orang ramai pun datang berduyun-duyun membawa berbagai shadaqah (sedekah).
Kata Jarir, "Aku melihat setumpuk pakaian dan makanan, maka pada saat itu aku lihat wajah Rasulullah berseri-seri lalu baginda bersabda; "Barang siapa membuat sesuatu yang baik maka ia akan dapat pahala daripadanya dan pahala orang yang mengerjakannya dengan tidak mengurangkan pahala orang yang mengerjakannya."
Barang siapa yang membuat suatu kejahatan, maka ia akan menanggung dosa dan dosa orang yang melakukannya dengan tidak meringankan dosa orang yang melakukannya itu. (HR. Muslim).
Pada saat bagaimana kita untuk bersedekah? Bagi sedekah wajib ada ketetapan waktu yang diwajibkan seperti disebutkan di dalam kitab Fiqih. Zakat harta misalnya, wajib dikeluarkan jika cukup syaratnya. Sedekah awam (biasa) boleh dilakukan pada bila-bila masa tetapi Rasulullah mengingatkan supaya segera bersedekah apabila ada kemampuan.
Apa yang akan disedekahkan? Seperti yang disebut dalam hadis terdahulu bukan saja uang yang boleh menjadi sedekah akan tetapi makanan, pakaian, barangan dan sumbangan tenaga bisa menjadi sedekah. Sabda baginda yang bermaksud: "Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan fakir miskin, hubungan silaturahim, dirikanlah solat malam (tahajud) ketika orang lain tidur niscaya kamu masuk syurga dengan selamat. (HR. Tarmizi Ibnu Majah dan Ad Darimi).
Dengan adanya Al-Quran dan Hadits, amal berupa shadaqah (sedekah) amat dianjurkan dijadikan cara hidup harian setiap Muslim supaya keimanan kepada Allah SWT sentiasa mantap dan terus bertambah, dan pada saat yang sama terlepas daripada kesengsaraan dunia dan azab akhirat.

Baca Selengkapnya ....

Enam Langkah Rapikan Pakaian

Posted by Unknown Rabu, Februari 15, 2012 0 komentar
Apakah lemari pakaian Anda selalu berantakan? Atau Anda merasa kesulitan saat harus mengambil pakaian yang ingin dikenakan? Solusinya hanya satu, lekas bersihkan lemari pakaian Anda.
 
Lemari yang berantakan muncul karena Anda terus menambah jumlah pakaian, sedangkan yang lama tidak pernah disingkirkan. Jeremy Berger, kontributor Fashion Tips di situs AskMen, memberikan beberapa cara yang dapat dilakukan agar lemari pakaian Anda bisa kembali lega.
 
Singkirkan yang tidak terpakai
Komitmen. Ini adalah modal utama yang harus Anda miliki ketika mulai membersihkan lemari pakaian. Luangkan waktu untuk memisahkan mana pakaian yang masih digunakan dan mana yang tidak.
 
Pekerjaan ini bisa menjadi tugas yang sangat berat mengingat kebanyakan orang terlalu sayang untuk menyingkirkan pakaian mereka. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memudahkan tugas ini.
 
Pertama, jika Anda tidak pernah menggunakan pakaian itu lebih dari setahun, singkirkan segera. Kedua, pisahkan pakaian itu menjadi tiga golongan yakni kemarin, hari ini, dan besok. Singkirkan pakaian-pakaian yang masuk golongan kemarin. Simpan kembali yang termasuk ‘besok’. Sedangkan untuk golongan hari ini bisa Anda pertimbangkan untuk disimpan atau disingkirkan.
 
Perbaiki yang sudah ketinggalan mode
Permak pakaian yang masih bisa digunakan, tapi sudah ketinggalan zaman. Buat agar lebih terlihat fashionable. Dengan begitu Anda bisa berhemat dengan tidak membeli yang baru.
 
Sumbangkan 
Anda tidak lagi butuh bukan berarti tidak ada orang lain yang bisa memakainya. Sumbangkan pakaian itu ke tetangga atau orang-orang yang tidak mampu selama pakaian tersebut masih layak dikenakan. Anda bisa berikan kepada organisasi sosial atau yayasan yang menampung anak-anak jalanan dan lainnya. Sebagai contoh, di New York ada Dress for Success, lembaga sosial yang menyediakan pakaian kantor untuk wanita karir dengan penghasilan rendah. Sumbangkan pakaian anda di LAZ TPU Al Mumtaz Kab Sambas
 
Uangkan kembali pakaian Anda  
Dengan kecanggihan teknologi, apa yang tidak mungkin saat ini? Anda bisa memanfaatkan fasilitas internet untuk menjual pakaian. Seperti kita ketahui E-Bay, situs transaksi jual beli lewat internet, bisa menjual beragam jenis barang mulai dari gigi palsu bekas hingga jam tangan militer yang vintage.
 
Dengan sedikit kesabaran, Anda bisa menjual pakaian tersebut. Atau Anda mau pakai cara lain? Jual pakaian itu ke toko-toko yang menerima pakaian bekas pakai yang berkualitas dengan harga masuk akal. Dengan begitu, semuanya tidak terbuang percuma.
 
Buang
Ini adalah langkah terakhir jika pakaian itu tidak bisa diperbaiki, disumbangkan, ataupun dijual kembali. Buanglah ke tempat sampah. Sebelumnya bisa Anda pisahkan beberapa potong untuk digunakan sebagai kain lap. Selain itu, jangan lupa gunting-gunting terlebih dahulu pakaian dalam sebelum dibuang. Kecuali Anda memang ingin orang lain melihat bentuk underwear yang Anda telah kenakan.
 
Atur lemari pakaian 
Lemari pakaian Anda seharusnya serbaguna dan fungsional, jadi jangan sampai hanya digunakan sebagai tempat menumpuk pakaian. Mulailah singkirkan barang-barang yang memang sudah tidak digunakan dari sekarang.
 
Tempointeraktif.com 

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of LAZ TPU AL MUMTAZ.