Mengapa Zakat Penting Bagi Seorang Muslim

Posted by khadimat sekolah Selasa, Januari 24, 2012 0 komentar
Harta itu Kotor, Zakat yang membersihkannya. Demikian sejatinya ungkapan yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Ungkapan ini sebenarnya tidaklah terlalu berlebihan, apalagi mengingat konsep zakat yang memiliki tujuan untuk membersihkan harta dan mensucikan jiwa, seperti dalam firman Allah SWT: “Ambillah zakat itu dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan (harta) dan mensucikan (jiwa) mereka” (QS. At-taubah : 103)
Sisihkan Hak Fakir dan Yatim Untuk Membersihkan Diri
Ayat ini telah menegaskan begitu pentingnya arti zakat bagi mereka yang memenuhi kategori wajib zakat, yaitu para hartawan dan kaum aghniya yang menginginkan harta yang bersih dan jiwa yang suci, sehingga hidup menjadi berkah. Karena zakat sebagai ibadah maaliyah ijtimaiyah (ibadah yang terkait dengan harta dan jiwa sosial yang dimiliki) adalah satu-satunya cara untuk membersihkan harta dari segala kekotoran yang menghinggapinya. Maka dari itu, tidak dapat ditawar-tawar lagi, zakat adalah perintah Allah yang mutlak harus dipenuhi.
Artinya, 2,5% dari harta (penghasilan) yang diperoleh secara rutin adalah hak orang lain. Entah itu penghasilan yang berbentuk gaji, komisi, bonus dan lain-lain, yang memenuhi nisab zakat. Itulah yang dimaksud Zakat Penghasilan (Profesi). Allah SWT menegaskan dalam firmannya: “Dan pada harta-harta mereka terdapat hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (yang tidak meminta).” (QS. Adz-Dzaariyaat : 19)
Kalau mau dihitung secara matematis pun, berarti masih ada 97,5% dari penghasilan yang diperoleh. Nilai inilah yang bisa digunakan sepenuhnya. Tentu jumlah ini masih sangat besar. Walaupun secara matematis jumlahnya berkurang tetapi nilainya justru bertambah, karena keuntungan yang diperoleh akan jauh lebih besar. Mengapa demikian? Karena harta itu akan menjadi bersih, kemudian berkah, lalu tumbuh dan berkembang, sebagaimana arti dari zakat itu, yang berasal dari kata”Zaka”, yaitu :Tumbuh dan Berkembang. Bukankah setiap orang menginginkan harta yang berkah, sehingga hidupnya nyaman, mudah, tentram serta terlindung dari kegelisahan dan kekhawatiran
Sayangnya, tidak semua orang mengetahui arti pentingnya zakat ini. Kalaupun ada sebagian yang mengetahui, belum tentu orang-orang yang mengetahui arti pentingnya zakat ini, mau untuk menunaikan zakatnya secara konsisten dan teratur. Mungkin karena rendahnya pemahaman atau dangkalnya keimanan mereka.
Bagi mereka yang rendah imannya serta dangkal pemahamannya, bila mendengar perintah ‘zakat’, pasti akan sangat mengerikan dan dirasakan sebagai bahaya yang akan merusak perekonomian mereka dan mengurangi harta yang telah mereka peroleh dengan susah payah. Mereka akan senantiasa berupaya mencari cara agar tidak perlu berzakat dan masuk dalam kelompok orang yang tidak wajib zakat, dengan bebagai dalih dan alasan.
Mereka mengutarakan kebutuhan hidup mereka yang begitu banyak, mulai dari kebutuhan makan yang enak, pakaian yang bagus, rumah besar, kendaraan mewah, jalan-jalan keluar negeri, dan kebutuhan-kebutuhan mewah lainnya yang senantiasa harus dipenuhi dan selalu dirasakan belum cukup. Apalagi bila harus dikurangi dengan berzakat. Karena bila harus mengeluarkan zakat, apalagi harus berinfaq dan bershadaqoh, pasti kebutuhan hidup akan semakin tidak tercukupi. Harta yang diperoleh akan senantiasa dirasakan tidak cukup..tidak cukup..dan tidak cukup.
Lain halnya dengan orang-orang yang tinggi kadar keimanannya, mereka justru menikmati indahnya ibadah bernama zakat ini, bahkan mereka menambah ibadah maaliyah ijtimaiyyah ini dengan memperbanyak shadaqoh, karena mereka meyakini, shadaqoh yang mereka keluarkan tidak akan mengurangi harta mereka. Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadits shahihnya dalam kitab Riyadhus shalihin: Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah SAW mengatakan “Tidak akan berkurang harta karena shadaqoh (HR. Muslim).
Sebuah kisah yang sarat akan keagungan dalam menjalankan ibadah maaliyah ijtimaiyyah ini adalah kisah seorang tabi’in benama Uwais Al-Qorni. Walaupun hidupnya tergolong miskin, dengan pakaian yang penuh tambalan dan bekerja hanya sebagai penggembala, tetapi Uwais mengatakan : Aku ini adalah penggembala dengan gaji 4 dirham, tapi semuanya tidak masuk ke perutku. Artinya adalah setiap kali Uwais menerima gaji, saat itu pula ia mengeluarkan sedekahnya untuk fakir miskin. Dalam sejarah kehidupan Uwais juga tercatat, dia biasa makan makanan yang diambil dari tempat sampah, setelah dibersihkan, lalu dibelahnya menjadi dua (2) bagian. Yang separuh dimakan dan sisanya disedekahkan.
Itulah keagungan orang-orang beriman yang memahami akan pentingnya berzakat, berinfaq dan bershadaqoh. Berapapun harta yang mereka terima, sedikit ataupun banyak, itulah rizki yang mereka terima, yang sudah digariskan dan ditakdirkan oleh Allah SWT. Dari harta itulah, kemudian mereka keluarkan zakatnya, infaqnya dan shadaqohnya, sehingga bersih hartanya dan berkah hidupnya. Mari berzakat, jangan nodai hartamu.| Penulis: Adhi Azfar : Pengelola Lembaga Pembedayaan Ummat Yayasan Munashoroh

Sumber : Disini
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Mengapa Zakat Penting Bagi Seorang Muslim
Ditulis oleh khadimat sekolah
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://laztpualmumtazsambas.blogspot.com/2012/01/mengapa-zakat-penting-bagi-seorang.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of LAZ TPU AL MUMTAZ.