Tebar 1000 Keramba di Sungai Itik

Posted by khadimat sekolah Jumat, Januari 27, 2012 0 komentar
Panen Perdana di Sungai Itik, Kubu Raya
Lembaga Amil Zakat TPU AL Mumtaz , saat ini merambah ke desa sungai itik,program ini di kemas dengan konsep pemberdayaan ekonomi berbasis kebutuhan, atau lebih di sebut pemberdayaan sesuai dengan potensi daerah setempat dengan sebutan kampoeng mandiri. Ungkap Koordinator program Kampoeng Mandiri ibnu Hajar Jum’at 18/06 kemaren
Kampoeng mandiri (KM)adalah program bentukan LAZ TPU Al Mumtaz yang bertujuan ingin mengentaskan kemiskinan di pedesaan, Program ini di cetuskan pada bulan april lalu, saat ini KM mengelola program tebar keramba khusus ikan lele di desa sungai itik kecamatan Kakap, yang mentargetkan tebar 1000 keramba, yang sudah tersebar sat ini 30 keramba, dengan jumlah benih 23 ribu,dan di kelola oleh 10 kepala keluarga.
Program tebar ikan lele yang telah di laksanakan berjalan dengan lancar karena bebarapa hari lalu telah panen, “alhamdulillah saat ini petani keramba ikan lele yang kami bina sudah mulai panen, dengan umur ikan lele sekitar satu bulan duapuluh hari, saat ini sebagian saja keramba yang di panen, tetapi sudah mencapai 3 ratusan kg” ujar alumni Fakultas Perikanan univ Muhammadiyah ini.
Pola yang diterapkan program kampoeng mandiri ini tidak saja memeberikan skill tentang perikanan, selain itu petani juga di berikan kemampuan manajeman, sekaligus pemasarannya. Untuk membantu petani, KM juga menyediakan Counter lele, yakni pusat pasar lele yang bertujuan menjualkan ikan lele para petani , di Counter Lele inilah pusat pertemuan antara petani lele dengan konsumen, pola yang di terapkan adalah dengan pola kemirtaan, yakni Cuonter lele adalah hasil dari infestasi petani lele dan konsumen (salahsatunya warung pecel lele) sehingga harga ikan bisa di spakati bersama, tanpa harus ke tangan tengkulak, dengan demikian harga ikan bagi pembeli lele tidak terlalu tinggi dan bagi petani juga tidak terlalu rendah(lebih stabil).
Di tempat yang terpisah Eko Novianto selaku Direktur Lembaga amil zakat TPU Al mumtaz membenarkan program tersebut, pada umumnya dana zakat di berikan masyarakat adalaha hanya program zharity, dan apa yang di berikan akan habis sesaat, sehingga perlu trobosan baru dengan pengelolaan berbasis pemberayaan, sehingga apa yang di berikan ke pada masyarakat miskin tidak habis begitu saja. Saat ini LAZ TPU ALmutaz menerapkan program Kampoeng mandiri, yang pusat kegiatanya di sungau itik, dengan metode kelompok, sehingga pengkoordiniranya lebih efektif.
Sedangkan ketua kelompok tani keramba ikan lele, Usman Brima yang sekaligus warga sungai itik mengungkapkan sangat berterimakasih atas program yang di berikan oleh LAZ TPU Al Mumtaz, karena saat ini ia bisa melakukan pekerjaan sambilan dan bisa sedikit meringankan beban keluarga.
Usman adalah salah satu binaan LAZ TPU Al Mumtaz yang saat ini belum mempunyai pekerjaan tetap, tetapi ia tidak pernah putus asa untuk tetap bekerja, dengan gigihnya ia bekerja apa saja yang dapat di kerjakan yang penting halal, termasuklah membantu desa dalam pembagian raskin di sungai itik ”saya akan tetap bekerja walaupun terkadang membantu desa membagikan raskin ke masyarakat sekitar”. Ujarnya.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Tebar 1000 Keramba di Sungai Itik
Ditulis oleh khadimat sekolah
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://laztpualmumtazsambas.blogspot.com/2012/01/tebar-1000-keramba-di-sungai-itik.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of LAZ TPU AL MUMTAZ.